Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Tahun 2009, AIA Indonesia berganti nama menjadi PT Avrist Assurance dan menjadi perusahaan mandiri, dengan dukungan lebih dari satu juta nasabah, jaringan kanal distribusi yang luas dan reputasi sebagai salah satu pemimpin di pasar asuransi Indonesia.

Berdiri sejak 1975, PT Avrist Assurance (Avrist) adalah perusahaan asuransi jiwa patungan multinasional PERTAMA di Indonesia , yang memiliki pengalaman yang membanggakan selama lebih dari 35 tahun dalam menyediakan program asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, asuransi jiwa kredit dan pensiun, baik untuk perorangan maupun kelompok, termasuk produk-produk asuransi jiwa berbasis syariah/takaful, melalui beragam kanal distribusi.

Avrist merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa mandiri di Indonesia yang didukung institusi keuangan bertaraf internasional dengan peringkat kredit AAA.  Mitra asing Avrist adalah DEG (Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft), perusahaan yang terafiliasi dengan KfW Bankengruppe, salah satu institusi keuangan terbesar di Eropa yang mendanai berbagai perusahaan dan proyek-proyek berjangka panjang.
 
Didukung lebih 4.000 agen dan 500 karyawan yang tersebar di 28 kantor pemasaran dan 15 kantor independent agency, Avrist melayani lebih dari satu juta nasabah.  Dengan berlandaskan visi “1 polis Avrist di setiap rumah tangga di Indonesia”, Avrist berkomitmen untuk memajukan kehidupan gemilang yang bermakna bagi karyawan, mitra bisnis dan nasabah.

AIA FinanciaHealthCheck

Apa yang dimaksud dengan AIA Financial Health Check?

AIA FHC adalah prsoses yang meliputi kegiatan mengidentifikasi tujuan keuangan anda, menyusun skala prioritas dan melakukn penilaian atas pilihan yang tersedia untuk membantu masa depan keuangan yang lebih terjamin.

AIA memahami bahwa dalam membuat perencanaan untuk mencapai tujuan keuangan, Anda membutuhkan nasihat yang objektif sekaligus jitu. Untuk itulah AIA Indonesia memiiki agen-agen yang berdedikasi untuk membantu Anda dalam merencanakan masa depan keluarga anda.

Mengapa AIA Financial Health Check?

AIA FHC mirip dengan pemeriksaan kesehatan medis. Jika pemeriksaan media dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan anda, seperti indeks massa tubuh dan tekanan darah, AIA FHC melaukan penilaian atas kondisi financial anda

AIA FHC bertujuan untuk membantu Anda dalam mengidentifikasi kebutuhan keluarga anda dan membuat keputusan yang tepat. Agen AIA dilatih untuk memberikan solusi, mulai dari perlindunan keuangan yang sederhana sampai dengan portofolio investasi yang kompleks.

Izinkan saya membantu Anda dalam mewujudkan tujuan financial anda

Email: fan_oche@yahoo.com

ASuransi Syariah: ASYA LINK

Apakah dana yang anda miliki mencerminkan nilai dan gaya hidup yang Anda pegang teguh? Anda telah berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah. saat ini, Anda ingin meraih kesejahteraan finansial dengan ikut ambil bagian dalam berbagai peluang investasi tanpa mengorbankan kualitas dan prinsip hidup Anda. Anda menginginkan investasi yang patuh pada ketentuan syariah.

ASYA LINK dari AIA menyediakan solusi investasi yang dilengkapi dengan perlindungan asuransi dalam satu paket sesuai prinsip syariah. ASYA Link : kontribusi berkala yang islamiah (syariah) dengan menggunakan Aqad Wakalah Bil Ujrah. Keunggulan Asya Link:

  • Alokasi investasi sejak hari pertama (Back End Loaded)
  • Tidak adanya pemberlakuan biaya akuisisi di muka
  • Beragam jenis dana investasi
  • Fasilitas top-up
  • Tingkat likuiditas tinggi
  • Pendistribusian dana investasi
  • Pendistribusian risiko
  • Perhitungan harga unit harian
  • Fasilitas top-up
  • Tingkat likuiditas tinggi
  • Pendistribusian dana investasi
  • Pendistribusian risiko
  • Perhitungan harga unit harian
  • Perlindungan asuransi (sesuai kebutuhan nasabah)
  • Anda bekerja untuk menghasilkan uang. Tetapi, setelah sekian banyak waktu dan tenaga yang tercurah, cukup puaskah anda dengan hasil yang diperoleh? Bagaimana jika uang anda juga bekerja untuk menghasilkan uang?

    Untuk investasi jangka panjang, Jangan tempatkan uang anda pada tabungan atau deposito biasa. Hasil tabungan tidak akan melebihi laju inflasi, sehingga NILAI uang anda akan turun digerogoti laju inflasi.

    Gunakan konsep investasi untuk memaksimalkan pertumbuhan uang anda. Dengan berinvestasi, uang anda diharapkan mampu memberikan hasil investasi yang OPTIMAL. Pahami jenis investasi yang tepat dengan kebutuhan dan karakter anda.

    AIA-INDONESIA memahami kebutuhan anda. AIA LINK , program UNIT LINK yang inovatif, merupakan pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  • Alokasi investasi sejak hari pertama (Back End Loaded)
  • Tidak adanya pemberlakuan biaya akuisisi di muka
  • Beragam jenis dana investasi
  • Partisipasi dalam pasar saham
  • Kebebasan untuk beralih ke dana investasi AIA Link Access Cash
  • Fasilitas top-up
  • Tingkat likuiditas tinggi
  • Pendistribusian dana investasi
  • Pendistribusian risiko
  • Perhitungan harga unit harian
  • Mudah dalam penarikan
  • Perlindungan asuransi (sesuai kebutuhan nasabah)
  • Everybody makes mistakes. Pepatah ini tampaknya kerap terjadi pada saat menyusun portofolio investasi. Faktor tak paham kadangkala menjadi sebab kesalahan menaruh uang.

    Begitu pula saat anda membungkus produk asuransi Unit Link. Lantaran tergiur rayuan teman, saudara, Anda langsung saja terpikat rayuan untuk membeli produk asuransi tsb, yg menawarkan proteksi + investasi. Tak ada salahnya memang. Istilahnya sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Tak Hanya memberi proteksi , unitlink juga menawarkan hasil investasi.

    Namun, di pasar asuransi sejatinya ada 2 produk UNIt Link yang beredar, yaitu FRONT END LOADED D dan BACK END LOADED. Keduanya sama-sama menjanjikan hasil yang maksimal sekaligus proteksi kepada pemegang polis/investornya. Hanya, tak banyak perusahaan asuransi yang punya 2 produk ini sekaligus. MAYORITAS perusahaan asuransi di Indonesia menawarkan produk Front End Loaded.

    Pada produk Front End, dana anda tidak langsung masuk ke instrumen investasi. Selama beberapa tahun pertama, dana anda akan terlebih dahulu digunakan untuk membayar BIAYA AKUISISI perusahaan asuransi. Dus, dana itu masuk ke perusahaan asuransi ybs. Baru setelah tahun ketiga, keempat dan seterusnya dana yang anda setorkan masuk ke berbagai instrumen investasi (ini pun belum 100%). Padahal, seperti yg kita tahu, faktor waktu sangat menentukan imbal hasil investasi.

    Pada produk back end, begitu nasabah membayar premi, perusahaan asuransi punya kewajiban untuk langsung memutarkan 100% duit tersebut ke berbagai instrumen investasi, agar menghasilkan imbal hasil yang maksimal. Jadi, perusahaan asuransi tak langsung mendapatkan keuntungan di depan.

    Perusahaan AIA Indonesia mempunya produk AIA LINK, dgn konsep bacn end loaded. Modal yang mapan adalah alasan perusahaan ini berani langsung memutarkan dana investor ke instrumen investasi.Soalnya, AIA harus menalangi dulu berbagai biaya akuisisi. Makanya butuh modal besar untuk membuat produk back end.

    Jadi, jika anda ingin kemudahan dalam investasi + mendapatkan proteksi, mengapa tidak memilih AIA LINK?

    (disadur dari KONTAN, MInggu IV, Mei 2008)

    “Agar tetap menjalani kehidupan yang memadai ketika pensiun nanti, kita perlu mengumpulkan dana dari sekarang dengan cara berinvestasi. Sejumlah instrumen investasi bisa menjadi pilihan.

    Kata “pensiun” menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Alasannya, mereka khawatir tidak bisa lagi hidup layak seperti saat mereka masih produktif bekerja. Kekhawatiran itu sebenarnya bisa ditepis dengan cara merencanakan pensiun sejak sekarang. Malah, hampir seluruh perencana keuangan (financial planner) menyarankan agar hal itu dilakukan sedini mungkin, sejak usia masih muda. Sayang, kebanyakan masyarakat baru menyadari pentingnya perencanaan pensiun ketika masa itu sudah dekat.

    Tentu, siapa pun ingin agar saat pensiun bisa hidup memadai dan kualitas hidup tidak menurun. Nah, pertanyaannya, bagaimana merencanakan pensiun dan pada instrumen investasi apa saja kita mengembangbiakkan dana untuk persiapan pensiun agar target pensiun bisa sesuai dengan harapan?

    Banyak dari kita yang lupa akan kebutuhan keuangan jangka panjang ini. kebutuhan ini semakin hari semakin mahal saja, diakibatkan dua hal. Pertama adalah kita hidup semakin panjang, di mana kita mungkin akan menghabiskan waktu 20-25 tahun setelah kita memasuki masa pensiun (usia 55) dan kita juga semakin lebih aktif.

    Kedua, dan ini yang mengakibatkan kita warga Indonesia harus menyiapkannya karena tidak semua perusahaan memberikan benefit pensiun (bagi yang bekerja di perusahaan swasta). Bagi Anda yang bekerja di perusahaan pemerintah, pernahkah Anda menghitung berapa yang akan Anda dapat di masa pensiun nanti? Dari beberapa informasi yang pernah kami dapat, nilainya sangat kecil sehingga kita sebagai individu harus menyiapkannya secara mandiri.
    Permasalahan kembali timbul karena sebagai besar masyarakat Indonesia kurang memahami persoalan investasi. Kami merasa berkewajiban untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar kehidupan keuangan di masa pensiun yang akan kita jalani terbebas dari masalah.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa menyiapkan kebutuhan masa pensiun yang kita idam-idamkan adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita harus melakukan sesuatu. Anda semua adalah arsitek bagi keuangan masa depan Anda masing-masing.

    Menetapkan Tujuan Pensiun
    Perencanaan pensiun yang efektif dimulai dengan mengidentifikasikan dan memprioritaskan tujuan pensiun. Kebutuhan masa pensiun sangat dipengaruhi oleh gaya hidup yang diinginkan. Misalkan, selama masa pensiun Anda ingin melakukan berbagai perjalanan wisata, membeli rumah untuk masa pensiun di luar negeri, atau bahkan memulai karir kedua atau memulai bisnis wiraswasta.
    Secara umum bagi mereka yang sudah mendekati masa pensiun, 70-90% dari gaji akhir sebelum memasuki masa pensiun merupakan tujuan keuangan yang sebaiknya Anda miliki selama masa pensiun. Misalkan, gaji Anda adalah Rp 80 juta setiap tahunnya, paling tidak penghasilan yang seharusnya Anda miliki setiap tahunnya selama masa pensiun adalah sebesar Rp 56 juta–Rp 72 juta.
    Tapi, bagi mereka yang masih berusia muda, misalkan 20 tahun atau 25 tahun akan sulit untuk bisa memperkirakan hal ini. Sebagai acuan awal, minimal alokasikan 10-15% dari pendapatan kotor Anda setiap bulannya untuk kebutuhan masa pensiun ini. Ingat, monitor perkembangannnya secara berkala dan revisi bila memang dibutuhkan.
    Bagi Anda yang masih muda, kami sangat menyarankan agar Anda memprioritaskan kebutuhan masa pensiun ini. Beberapa kebutuhan keuangan mungkin masih dapat Anda pinjam, seperti membeli rumah atau mobil. Kalau kebutuhan, pensiun Anda tidak bisa meminjamnya. Anda harus menyiapkannya sendiri.

    Kebutuhan Menabung Regular
     Langkah terpenting dalam mencapai kebutuhan tersebut, yaitu menabung secara regular untuk mencapainya. Tapi, dengan berbagai kebutuhan lain, mulai dari yang jangka panjang sampai jangka pendek harus juga kita pertimbangkan, bagaimana kita dapat menyisihkan untuk kebutuhan yang masih jauh di sana?
    Berapa besar yang harus ditabung secara berkala untuk jangka waktu tertentu haruslah diperhitungkan terlebih dahulu. Banyak software atau tools yang bisa Anda pakai untuk menghitung kebutuhan ini. Atau Anda dapat berkonsultasi pada perencanaan keuangan mengenai hal ini.
    Dalam menghitung kebutuhan menabung ini juga harus dipertimbangkan beberapa hal, seperti adanya pemasukan lain yang bisa menjadi sumber pendapatan lain selain dari yang akan Anda sisihkan. Misalkan, Anda memiliki rumah yang sebenarnya bisa Anda kontrakkan. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tambahan pemasukan dari hasil sewa rumah tersebut, atau Anda memiliki benefit pensiun dari perusahaan. Hal ini juga harus masuk dalam pertimbangan kita.
    Pertimbangan lain adalah inflasi. Inflasi menggerogoti nilai uang kita, semakin hari semakin kecil nilai tukar uang yang kita miliki karenanya. Kebutuhan masa pensiun yang masih relatif panjang, membutuhkan pertimbangan inflasi dalam perhitungannya. Dalam menghitung akibat inflasi, lebih baik menggunakan nilai yang lebih tinggi dari pada nilai yang lebih rendah.
    Berapa lama lagi Anda ingin pensiun, juga harus dipertimbangkan. Hal ini berkaitan dengan jangka waktu yang masih dimiliki untuk melakukan strategi menabung secara regular.
    Pertimbangan terakhir adalah berkaitan dengan investasi, berapa tingkat pengembalian yang Anda harapkan? Ingat nilai uang Anda tergerus dengan inflasi sehingga Anda harus melawannya dengan menginvestasikan dana tersebut dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dari inflasi.

    Pentingnya “Spending Plan”
    Perencanaan pengeluaran atau “spending plan” merupakan proyeksi pendapatan dana pengeluaran keluarga untuk satu masa, misalkan per tahun. Pembuatan perencanaan pengeluaran merupakan pengumpulan semua ekspektasi pemasukan setiap bulannya selama satu tahun kedepan dan ekspektasi semua pengeluaran dalam bentuk tabular.
    Ekspektasi pengeluaran sebaiknya dipisahkan antara yang tetap dan tidak tetap. Dari catatan kedua hal tersebut, hitunglah apakah Anda surplus atau defisit setiap bulannya.
    Dengan informasi ini, Anda dapat memahami pola pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulannya. Dan dengan informasi ini, Anda dapat belajar untuk mengontrol pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.
    Dalam hal ini, perlu kiranya Anda memonitor pengeluaran yang Anda lakukan karena Anda harus juga menganggarkan untuk kebutuhan keuangan yang Anda inginkan di masa depan, yaitu kebutuhan masa pensiun. Masukkan tabungan untuk kebutuhan ini secara regular dalam pengeluaran Anda. Lakukan alokasi di awal bulan setiap pendapatan diterima. Jangan di akhir bulan karena seringkali sudah habis untuk kebutuhan-kebutuhan jangka pendek lainnya.
    ìPay yourself first” itulah yang sering kita dengar dari para perencana keuangan di luar negeri. Kalimat ini dapat diartikan bahwa Anda harus menyisihkan untuk diri Anda sendiri (yaitu kebutuhan jangka panjang misalkan pensiun) sebelum Anda membayar untuk orang lain, kartu kredit misalnya.
    Itulah program menabung untuk kebutuhan pensiun. Dan sebaiknya, Anda juga mengalokasikan pendapatan seperti bonus dan lain-lain (tidak regular) ke dalam tabungan tujuan pensiun. Karena hal ini akan sangat membantu pencapaian yang Anda inginkan.

    Struktur Portofolio atau Diversifikan
    Tentunya kita pernah mendengar satu kalimat “don’t put your eggs in one basket”. Apa arti dari kalimat tersebut? Bahwa kita jangan menempatkan semua dana yang kita miliki hanya dalam satu jenis aset saja.
    Karena bila terjadi kerugian, kita mengalami kerugian besar. Dari sudut pandang alokasi aset, kalimat di atas berarti mengurangi risiko portofolio dengan menambahkan jenis aset lain yang berprilaku berbeda dengan aset yang Anda miliki dalam portofolio. Hal ini biasa disebut sebagai diversifikasi portofolio.
    Teori diversifikasi didasari oleh kenyataan bahwa nilai beberapa aset akan naik dan turun secara bersamaan dan beberapa aset lain nilainya bergerak ke arah yang berbeda. Faktor-faktor independen di luar dari karakteristik dari sebuah investasi, seperti keadaan ekonomi, politik dan kejadian sosial bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.
    Risiko portofolio tidak dapat dihilangkan secara tuntas, tapi bisa dikurangi dengan membuat sebuah portoflio yang terdiversifikasi dimana didalamnya terdiri dari jenis aset yang berbeda-beda dimana nilainya secara historis bergerak kearah yang berbeda atau bergerak kearah yang sama tapi dengan perbedaan besar dan kecilnya perubahan yang terjadi.
    Konsep inilah sebaiknya Anda gunakan untuk kebutuhan pensiun Anda. jangan tempatkan hanya pada satu instrumen, tapi alokasikan kepada beberapa instrument investasi yang memiliki karakteristik yang berbeda.
    Satu hal lagi, karena kebutuhan masa pensiun umumnya jangka panjang, maka tempatkan lebih besar pada instrument yang memberikan potensi pengembalian yang lebih besar dalam jangka panjang.
    Demikianlah ulasan mengenai pentingnya perencanaan pensiun, semoga bermanfaat bagi kita semua. Rencanakan hidup Anda, hidupkan rencana Anda.

    AIA INDONESIA

     

    PT. Asuransi AIA Indonesia, perusahaan asuransi jiwa patungan multinasional terkemuka, berdiri sejak 1975 dengan nama PT Asuransi Jiwa Ikrar Abadi, menyediakan program asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, asuransi jiwa kredit dan pensiun, baik untuk individu maupun kelompok.

    AIA Indonesia selalu berusaha memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang dengan produk-produk inovatif dan layanan berkualitas. Komitmen yang kuat ini telah menempatkan AIA Indonesia sebagai pemimpin pasar industri asuransi jiwa.

    Mitra asing AIA Indonesia adalah American International Assurance Company, Limited (AIA).

     

    Apa yang terbayang kalau TAHUN AJARAN BARU TIBA? Yang Pasti: uang sekolah. Saat saya iseng-iseng melihat Rincian Biaya Kuliah salah satu Universitas Swasta di Jakarta……wauw………..FANTASTIS sekali jumlah dana yg hrs dipersiapkan untuk satu semester………SPP (15-20 jt, tergantung universitas, bisa lebih dan kurang…), biaya per sks sktr 150 ribu, biaya kuliah pokok 2-3 jt….. Sehingga jika ditotal maka biaya satu semester adalah: 20 jt…… (WAUW…..WAUW…..). Jika tahun 2007 biaya kuliah adalah 20 jt, brp kah biaya kuliah atau sekolah saat anak anda memasuki sekolah atau universitas????(have you ever think about that?)

    Kemudian , saya penasaran berapa sih biaya masuk SMU? ternyata, untuk biaya masuk  SMU pun mencapai angka jutaan, sekitar 2-4 jt…….http://www.kompas.com/kompas-cetak/0306/17/metro/373579.htm

    Hal ini membuat saya semakin yakin bahwa yang namanya Biaya Pendidikan harus dipersiapkan sejak sekarang. Betul, memang tidak semua Biaya Pendidikan itu mahal. Bervariasinya bentuk sekolah, terutama sekolah yang jenjangnya sudah cukup tinggi seperti Sekolah Tinggi, Akademi atau Universitas, membuat tidak semua standar biaya bisa sama. Jangankan pendidikan tinggi, jenjang sekolah yang lebih rendah seperti SD, SMP dan SMU saja bisa bervariasi biayanya satu sama lain. Itulah karenanya beberapa di antara Anda ada yang merasa mampu untuk membayar biaya pada Sekolah A, tetapi tidak mampu untuk membayar biaya pada Sekolah B yang harganya lebih mahal.

    Namun demikian, perlu diketahui bahwa bukan berarti Sekolah A yang biayanya dinilai murah tersebut akan tetap sama murahnya pada tahun-tahun mendatang. Ini karena yang namanya Biaya Pendidikan pasti akan naik terus dari tahun ke tahun. Jadi, kalaupun sekarang ada sekolah yang biaya pendidikannya dirasa tidak mahal, tetapi karena biaya tersebut naik terus tiap tahun, jatuh-jatuhnya pasti mahal. Hal ini karena adanya INFLASI setiap tahun

    oleh karena itu, saya menyadari bahwa setiap orang tua perlu mempersiapkan dan menghitung  menghitung biaya pendidikan utk sang anak 5, 10 tahun mendatang.

    Anggap saja sekarang anak Anda berusia 3 tahun. Kalau sekarang Uang Pangkal SMU adalah Rp 4 juta, dan usia masuk SMU adalah ketika pada usia 15 tahun, berapakah biaya tersebut sekitar 12 tahun lagi?

    Biaya  Pendidikan tersebut pasti akan terkena inflasi dan  jauh lebih mahal. di bawah ini adalah ilustrasi bagaimana cara menghitung biaya pendidikan.

    CARA MENGHITUNG

    Lalu, bagaimana cara Anda bisa menghitung dan memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kan, Anda tidak tahu berapa persen jumlah kenaikannya setiap tahun?

    Betul. Kita memang tidak bisa memperkirakan dengan pasti berapa jumlah Biaya Pendidikan anak kita kelak. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan asumsi tertentu, dan berharap supaya pengandaian tersebut tidak meleset. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan asumsi bahwa setiap tahun Biaya Pendidikan akan selalu naik sebesar 10 persen setiap tahun. Rata-rata.

    Dengan demikian, kalau misalnya Uang Pangkal masuk SMU pada saat ini adalah Rp 4 juta, tahun depan bisa diperkirakan bahwa Uang Pangkal tersebut akan menjadi Rp 4.400.000,-. Darimana angka itu didapat? Gampang: Rp 4 juta + (10% x Rp 4 juta)

    TINGGAL DIKALIKAN

    Sebetulnya, selain cara di atas, Anda juga bisa memakai rumus: Rp 4 juta X 1,1.

    Lho, kok 1,1? Dapat dari mana itu? Oh, itu sih cuma matematika sederhana. 1,1 kan sama dengan 10% di atasnya 100%. Jadi, 1,1 itu adalah bentuk desimal agar Anda lebih cepat dalam melakukan perkalian memperkirakan jumlah Biaya Pendidikan.

    Tapi kalau Anda mau pakai pengandaian kenaikan Biaya Pendidikan 20% per tahun, maka Anda bisa menggunakan bentuk desimal 1,2. Kalau asumsi kenaikan Biaya Pendidikannya adalah 30% per tahun, gunakan bentuk desimal 1,3. Begitu seterusnya.

    Nah, kembali ke contoh kenaikan 10% dalam satu tahun, maka apabila tahun ini Uang Pangkal masuk SMU adalah Rp 4 juta, maka tahun depan angka tersebut diperkirakan menjadi: Rp 4 juta x 1,1 = Rp 4.400.000.

    Itu untuk tahun depan. Kalau untuk dua tahun ke depan bagaimana? Anda bisa melakukan perkalian tersebut diatas dengan cara mengulangnya sampai dua kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1

    Kalau untuk lima tahun ke depan bagaimana?

    Ulang perkalian tersebut sampai lima kali, seperti ini: Rp 4 juta x 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1 X 1,1. Kalau untuk 12 tahun ke depan? Ulang sampai duabelas kali. Begitu seterusnya.

    Jadi untuk contoh di atas, Uang Pangkal SMU saat 12 tahun lagi adalah:

    Rp. 4 jt x 1,1 x 1,1 x 1,1…(sebanyak 12 kali) = Rp.12.553.711

    Memang, yang namanya perkiraan Biaya Pendidikan seringkali tidak bisa dihitung dengan cara yang sesederhana itu. Tapi melakukan perkiraan jelas masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Dengan adanya angka perkiraan seperti yang sudah Anda pelajari di atas tadi, maka Anda bisa lebih mudah dalam melakukan persiapan. Ibarat Anda sedang bepergian, Anda tahu dengan pasti ke mana arah yang sedang Anda tuju.

    Jadi, kalau Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak Anda, hal yang paling penting adalah dengan melakukan perhitungan tentang berapa perkiraan jumlah Biaya Pendidikan anak Anda kelak. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengatur strategi agar siap bila tiba saatnya nanti

     

    Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi pendidikan putra-putrinya. Namun, semakin hari biaya pendidikan pun semakin mahal. Di bawah ini, saya coba tuliskan apa saja yang hrs kita lakukan supaya Biaya pendidikan tersebut dapat kita persiapkan dengan baik.

    Ada 3 faktor penting agar Anda bisa sukses dalam mempersiapkan dana pendidikan untuk anak.

    1. Jangka Waktu
    Ini Faktor sangat penting. Berapa lama waktu yang Anda miliki untuk bisa mempersiapkan dana pendidikan anak Anda? 5 tahun? 10 tahun? Atau justru hanya 1 tahun? Jangan lupa, semakin panjang jangka waktu yang Anda miliki, biasanya akan semakin ringan beban Anda.

    Contoh yang sederhana, andai anak masuk sekolah sekitar 10 tahun lagi. Dia butuh uang untuk masuk sekolah sekitar ­ katakan saja ­ Rp 50 juta pada tahun itu (LIAT BLOG SEBELUMNYA). Nah, kalau Anda menabung dari sekarang, maka jumlah yang harus Anda tabung biasanya tidak seberapa. Lain halnya kalau Anda mulai menabung pada tahun ke-5, atau pada tahun ke-7. Jumlahnya pasti jauh lebih besar. Kalau Anda tidak mempersiapkan dana sama sekali, dan baru melakukannya pada bulan terakhir sebelum anak Anda masuk sekolah, wah berat !!!

    Artinya, kalaupun Anda sekarang memiliki dana cukup, bukan berarti itu merupakan jaminan bahwa Anda pasti akan memiliki dana yang cukup juga ketika anak Anda masuk sekolah, karena ada faktor inflasi yang hrs diperhitungkan.

    Hanya ada dua hal yang bisa dilakukan: siapkan dari sekarang, dan kalau Anda sudah memiliki sebagian dananya sekarang ­ pisahkan dana pendidikan itu dalam pos terpisah. Ingat, mempersiapkan dana untuk masuk sekolah berbeda dengan mempersiapkan dana untuk beli mobil. Kalau beli mobil, dana tidak cukup, Anda bisa menunda rencana tersebut. Tapi kalau untuk sekolah anak, masak Anda harus memundurkan waktu masuk sekolah?

    2. Produk Investasi
    Kebanyakan orang memilih produk Asuransi Pendidikan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak-anak mereka. Ada juga yang memilih Tabungan Pendidikan. Asuransi Pendidikan dikeluarkan oleh perusahaan asuransi, sementara Tabungan Pendidikan dikeluarkan oleh Bank.

    Alternatif produk investasi lain adalah emas. Tentu, emas memiliki sifat yang berbeda karena keuntungan yang akan Anda dapatkan adalah harganya yang bisa naik- turun. Selain itu, keuntungan baru akan didapatkan bila Anda berhasil menjual kembali emas Anda. Kalau belum, ya keuntungannya belum di tangan. Masih di atas kertas.

    Alternatif lain cukup banyak, seperti saham atau reksadana. Bedanya, pada saham atau reksadana, umumnya risiko Anda bisa jadi lebih besar. Dan lagi, kebanyakan orang juga belum paham tentang apa itu reksadana.

    Prinsipnya, semua produk investasi yang memiliki kemungkinan untuk bisa memberikan bunga (seperti tabungan atau deposito) atau naik nilainya (seperti saham atau reksa dana) bisa dipakai sebagai alternatif investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tentu saja, setiap produk investasi memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri, serta risiko yang berbeda-beda. Yang penting, berusaha mengenali produk sebelum masuk ke dalamnya. Jangan sampai Anda tidak mengerti produk, tetapi langsung masuk ke dalamnya. Bisa-bisa uang Anda habis.

    3. Proteksi
    Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah apakah produk investasi Anda memiliki proteksi. Artinya, apabila terjadi sesuatu hal pada Anda (seperti kematian, kecelakaan, sakit dan semacamnya), maka produk investasi Anda bisa tetap memberikan hasil dan menguntungkan buat Anda.

    Terutama buat Anda yang menabung uang tersebut dengan mengambilnya dari penghasilan yang Anda dapatkan secara fisik.

    Contohnya, saat ini Anda bekerja dengan gaji Rp 2 juta per bulan. Dari jumlah tersebut, Anda mengambil sekitar Rp 300 ribu per bulan untuk ditabungkan. Tapi, ketika sesuatu terjadi pada Anda, kematian misalnya, maka ada kemungkinan Anda tidak bisa lagi bekerja. Dengan sendirinya, gaji yang Anda dapatkan juga berhenti kan? Lalu, darimana pasangan Anda bisa mengambil uang Rp 300 ribu yang biasa ditabung per bulan?

     Di sinilah gunanya Anda memiliki proteksi. Arti proteksi di sini adalah bila terjadi sesuatu pada Anda, maka akan ada pihak ketiga yang akan tetap ‘menabung’-kan uang Rp 300 ribu itu buat Anda, sehingga otomatis dana untuk pendidikan anak Anda kelak bisa tetap terkumpul.

    Jika Anda sudah memiliki produk investasi untuk persiapan dana pendidikan anak, dan Anda menabungkannya dari gaji bulanan, Anda tinggal menambahkannya dengan proteksi yang bisa ambil dari sebuah perusahaan asuransi. Tapi, bila Anda belum memiliki produk investasinya, tidak ada kata lain, Anda harus menyiapkannya.

    Dan sebagai alternatif, saat ini sudah banyak perusahaan asuransi yang menggabungkan semuanya dalam bentuk Unit Link, sehingga dalam satu produk sudah mengandung unsur investasi dan proteksi. 


     

     

    KLAIM ASURANSI TAK DIBAYAR?

    Setelah sekian lama membayar premi, saat terjadi sesuatu dan anda mengajukan klaim, ternyata pihak asuransi tak mau membayar, apa yang harus dilakukan? Wah…wah….JANGAN EMOSI dulu, coba teliti siapa tahu kesalahan tidak datang dari perusahaan asuransi namun dari Anda dan/atau Tertanggung. Coba lihat apa sajakah kesalahan yang mungkin menyebabkan klaim asuransi tidak dibayar?

     

    1. Klaim yang diajukan merupakan kondisi yang tidak termasuk dalam pertanggungan polis asuransi. Kondisi –kondisi yang menjadi pengecualian tersebut biasanya dicantumkan dalam polis.
    2. Pengajuan klaim di luar batas waktu yang ditentukan. Perusahaan asuransi biasanya menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi.
    3. Syarat-syarat saat pengajuan klaim tidak lengkap
    4. Tidak membayar premi dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Biasanya, pada awal-awal mengikuti program asuransi, nasabah rajin membayar premi, namun pada suatu saat tertentu,  karena satu dan lain hal, premi tidak lagi dibayar. Jika tidak ada pembayaran premi, maka Polis asuransi Anda TIDAK BERLAKU LAGI. Berarti, saat itu Anda tidak lagi DILINDUNG asuransi.

     

    Untuk menghindari hal-hal di atas, PASTIKAN anda membaca dan mencermati ketentuan yang tertera pasal per pasal dalam lembar polis asuransi. Jika ada hal-hal yang tidak dimengerti ,  SEGERA tanyakan kepada agent atau perusahaan asuransi tersebut.  Kesalaham terbesar yang biasanya dilakukan nasabah adalah hanya memegang PERKATAAN sang AGENT sehingga tidak lagi memperhatikan isi polis. Padahal jika terjadi sesuatu, PERKATAAN AGENT tidak berlaku, yang berlaku adalah semua ketentuan yang tertulis dalam POLIS.

     

    Atau pastikan bahwa agent Anda adalah Agent yang berkualitas dan memahami benar mengenai asuransi yang ditawarkan kepada Anda, sehingga perkataannya dapat anda percaya dan anda tidak perlu bersusah payah memahami bahasa polis yang menggunakan bahasa yang asing di telinga.

     

    Jangan membeli suatu polis karena sekedar ikut-ikutan atau karena hubungan kekerabatan sehingga anda tidak memahami benar Asuransi yang Anda beli. 

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Tulisan Sebelumnya »

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.